Text
Adab Berpakaian dan Berhias
Salah satu pokok penting, diutusnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sebagai penutup para nabi dan rasul adalah untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak. Dan salah satu bentuk kemuliaan akhlak yang dihadirkan oleh Rasulullah adalah menyempurnakan sifat malu yang merupakan perhiasan setiap manusia, dan bukti kemuliaan laki-laki dan perempuan, karena malu adalah bagian dari imun.
Menurut aurat dengan busana dan merasa malu karena tidak berpakaian adalah tabiat dan fitrah yang melekat pada diri manusia, ia bukanlah sekadar kebiasaan lingkungan atau tradisi suatu daerah seperti yang sering didengung-dengungkan oleh sebagian orang. Oleh karena itu, Islam hadir dan memerintahkan bagi laki-laki dan perempuan untuk menutup auratny agar tidak tersingkap oleh mata publik, bahkan mengajak untuk selalu menutup aurat walaupun di tempat sepi, sebagai bentuk penghormatan karena ia adalah pribadi yang memiliki silsilah adamiyah, dan juga untuk membedakan dirinya dengan binatang.
Buku ini membahas secara lengkap hukum pakaian dan perhiasan dalah perspektif fikih Islam, yang di dalamnya memaparkan trntang batasan-batasan aurat laki-laki dan perempuan, adab berpakaian dan berhais - baik untuk badan dan rumah-, serta hukum lukisan dan patung dan lain-lainnya yang berkaitan dengannya. Dilengkapi dengan dalil-dalil dari Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam serta menghadirkan pandangan setiap madzab berikut dalil-dalil yang menguatkannya. Tidak hanya hukum yang diuraikan di dalamnya, juga hikmah-hikmah di balik perintah dan larangan tersebut.
| NF0262-1 | 297.39 SYA a | My Library | Tersedia |
| NF0262-2 | 297.39 SYA a | Tersedia | |
| NF0262-3 | 297.39 SYA a | Tersedia | |
| NF0262-4 | 297.39 SYA a | Tersedia | |
| NF0262-5 | 297.39 SYA a | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain